Tentang Insight dan Customer Insight

11:46 PM

Segmen baru lagi! Ada label 'Komunikasi & Marketing' di blog Sugar Memories!

Kali ini aku pengen lebih banyak share tentang pelajaran dan pengalaman yang aku dapetin dari berbagai hal, entah itu baca, seminar, kerjaan, ataupun hasil brainstorming sama temen-temen. InsyaAllah berkah yaaa.. Selain seneng bisa sharing, metode ini juga bisa jadiin aku lebih paham lagi dengan materi yang aku tulis.

For the first edition, aku akan bahas soal Insight dan Customer Insight yang sangat paten dalam dunia komunikasi praktis.

***

Apa sih arti dari Insight itu? 
Menurut kamus Cambridge, insight diartikan sebagai : "A clear, deep and sometimes sudden understanding of a complicated problem or situation, or the ability to have such and understanding."

Dari pengertian di atas, bisa kita tarik kesimpulan bahwa insight itu sebuah pemahaman yang sangat mendalam tentang sesuatu, yang selalu muncul, yang dijadikan tujuan/acuan, yang paling diinginkan , yang paling dipercaya, dan sebagainya dari seseorang. 


Insight adalah pemahaman/keinginan yang luar biasa dampaknya bagi seseorang yang bahkan sampai bisa mengubah perilaku seseorang tersebut (dalam hal ini sebagai seorang konsumen), namun di dalamnya masih ada suatu masalah yang harus dihadapi dan belum terselesaikan.

Nah, celah antara trust atau pemahaman seseorang terhadap suatu case, adalah yang paling menentukan sebuah perusahaan atau organisasi itu harus melaksanakan, mengadakan, menyediakan produk atau layanan apa yang sesuai dengan kebutuhan seseorang tersebut.

Itulah sebabnya mengapa insight ini sangat penting bagi aktivitas komunikasi pemasaran. Intinya sih lebih ke melihat kebutuhan masyarakat yang nggak cuma disesuaikan dengan apa yang mereka butuhkan, tetapi juga meninjau pada apa yang mereka pikirkan, mereka percaya, mereka contoh, dan sebagainya.

Jadi bisa diambil kesimpulan, bahwa :


Customer insight adalah proses pengidentifikasian semua tentang konsumen yang dilakukan secara mendalam, mulai dari segi geografisnya, habitnya, latar belakangnya, demografisnya, dan berbagai faktor yang mempengaruhi konsumen untuk berhubungan langsung dengan komunikasi pemasaran dan tertuju pada produk/jasa yang ditawarkan.

Sebenernya intinya begitu sih. Kalian bisa menjelaskan dengan kata-kata kalian dengan representasi contoh ini.

1. Iklan Aqua versi 'Ada Aqua?'


Konsep iklan ini menurut aku edukatif banget sebenernya. Aqua pengen ngasih tau bahwa asupan cairan tubuh yang cukup sangat amat berpengaruh pada daya ingat dan konsentrasi berpikir setiap manusia. Sayangnya, masih banyak yang belum tau itu.

Aqua pasti sudah mempelajari konsumennya, kemudian mengaitkannya dengan permasalahan-permasalahan yang ada di dunia nyata. Sebenernya, permasalahan ini nggak harus selalu negatif, bisa juga positif. Nanti bisa kita lihat di perbandingan contoh berikutnya. 

Masalah yang diangkat Aqua ini, adalah seringnya orang-orang itu kalo ngomong, liat sesuatu, ngobrol, dll, suka gagal fokus, kurang konsentrasi, pelupa, dan lain-lain. Semua orang pasti gak mau kayak gitu kan.

Jadi, insight dari komunikasi pemasaran si Aqua ini adalah : Semua orang itu mau tampil prima dalam segala kondisinya, nggak pelupa, selalu konsentrasi. Tapi nggak semua orang tau, bahwa konsentrasi dan daya ingat itu dipengaruhi oleh suplai cairan tubuh yang sebagian besarnya adalah air.

Insight nggak langsung serta merta dituangkan dalam bentuk komunikasi pemasaran, seperti iklan atau kampanye misalnya. Insight lebih diterapkan untuk sebuah proses komunikasi pemasaran, mulai dari perencanaan, analisa, sampai akhirnya komunikasi pemasaran tersebut bisa 'dilempar' ke masyarakat.


Intinya, dengan insight yang pas dan 'ngena' di hati masyarakat, komunikasi pemasaran pasti akan berhasil. Kenapa? Karena dengan insight tersebut, konsumen akan merasa lebih dekat dengan produk, dengan perusahaan. Konsumen akan merasa mereka lebih dimengerti dengan brand Aqua dibanding dengan brand air mineral yang lain (misalnya), konsumen akan merasa bahwa Aqua dapat menjawab permasalahan yang mereka hadapi. Aqua menawarkan solusinya.

Oke, lebih jelas kita lihat contoh yang kedua, ya..

2. Iklan Shinzui tentang kulit putih

Iklannya lengkap dengan copy 6 Manfaat Cerahkan Wajah

Langsung aja. Semua wanita pasti pengen punya kulit putih, bersih, nggak kusam. Tapi masalahnya, nggak semua orang percaya bahwa kulit mereka bisa lebih cerah, lebih bersih, atau bahkan karena belum menemukan caranya, produknya, dan lain sebagainya, Nah, masalahnya nggak harus hal-hal yang negatif kan.

Dari insight tersebut, konsumen (yang pengen kulit putih bersih) akan mengubah perilakunya, mencari produk pemutih sana sini, melakukan perawatan, browsing tentang kecantikan kulit, dan lain-lain.

Dari perubahan perilaku tersebut, kita bisa menentukan kira-kira apa sih produk yang akan 'dilempar' ke masyarakat. Produk yang bagaimana? Oh tentunya yang bisa memutihkan kulit secara nyata hanya dalam waktu sekian minggu. Lalu bagaimana untuk menjawab perilaku yang lainnya? Yap, bisa diadakan kampanye, promosi, event, atau penyediaan artikel-artikel kesehatan dan kecantikan kulit yang bisa dimunculkan di website, media sosial, dan lain sebagainya.

Kurang lebih begitu, Tapi aku kurang tau Shinzui udah melakukannya atau belum ya, hihi.

Insight tentang kepercayaan bahwa 'kulit putih bersih itu cantik' inilah yang kemudian menjadikan Shinzui mem-branding dirinya sendiri sebagai produk kecantikan kulit khusus untuk memutihkan, meskipun belum tentu semua konsumennya yang pakai itu bisa putih atau enggak. Tapi Shinzui tetap konsisten hingga sekarang dengan branding ini. Dan nyatanya positioning-nya mereka berhasil, walaupun banyak produk lain bermunculan dan sama-sama menjanjikan kulit putih bersih.

Konsep customer insight di atas sama kok kayak iklan-iklan jerawat/sabun cuci muka.

Masih banyak lagi contoh lainnya. Misalnya Gojek, yang akhirnya mengeluarkan service baru berupa Go Box, Go Clean, Go Glam, dll. Atau Wardah dengan label 'halal'nya untuk meraih perhatian muslimah di Indonesia yang pada masanya dulu pernah dikacaukan dengan isu kosmetik tidak halal. Meskipun saat ini isu tersebut sudah tidak lagi menjadi sorotan, tapi berkat customer insight yang dulu dilakukan Wardah, sampai sekarang Wardah berhasil mempertahankan branding-nya sebagai kosmetik yang halal tapi nggak cuma diperuntukkan untuk muslimah, kualitas oke, dan dipasarkan dengan harga yang lebih affordable untuk semua kalangan.

Sesuai dengan target market mereka, pastinya mereka beriklan lewat sosmed. 
Youtube salah satunya.


Ingat! Komunikasi pemasaran nggak cuma iklan.  Bisa advertorial, artikel yang rutin dipajang di blog, konten media sosial, kampanye, event, dan masih banyak lagi. Semua ditentukannya dari mana? Dari customer insight yang dilakukan :)

Nah, contoh-contoh lainnya, kamu bisa memposisikan usaha yang sedang kamu kelola saat ini beserta customer insight-nya ya. Kalo udah ketemu, langkah-langkah yang harus dan sebaiknya kamu lakukan untuk promosi & marketing pasti akan ketemu juga. Yap, customer insight akan selalu berjalan beriringan dengan komunikasi pemasaran.

***


Semakin tepat mengenali customer insight, semakin kompleks juga komunikasi pemasaran yang dilakukan. Harus selalu ada sesuatu yang membekas di hati dan pikiran konsumen dari setiap pemasaran, dan itu berawal dari customer insight.

Customer insight akan membuat para konsumen merasa lebih dekat dengan produk/jasa yang ditawarkan. Seiring dengan berjalannya waktu, mereka bukan hanya sekedar menggunakan, tetapi membutuhkan. Bukan hanya sekedar membeli, tapi mencari bahkan dalam kondisi apapun. Yang pada akhirnya, menjadi loyal customer karena merasa apapun yang dibutuhkan, semua ada di perusahaan/produk/merk tersebut :)


Kalau loyal customer sudah terjaring dalam jumlah yang banyak, profit perusahaan pasti naik.. Penjualan akan meningkat. Nggak cuma itu, hasil dari customer insight yang menjadi bahan untuk menentukan langkah komunikasi pemasaran pun juga bisa berdampak pada pengelolaan hubungan baik antara perusahaan dengan publiknya atau dengan konsumennya. Tentunya, keuntungan-keuntungan yang didapat tersebut bisa dipersonalisasikan lebih lanjut oleh perusahaan dengan ide-ide pelayanan yang baru, sehingga hubungan konsumen dengan perusahaan bisa lebih maksimal. Misalnya, aplikasi, call center, interaksi lewat sosial media, dan lain sebagainya.

Intinya, sih, hanya berawal dari pengidentifikasian kebutuhan dan dasar pemikiran akan kebutuhan itu dari konsumen, kita udah bisa dapetin banyak keuntungan dari pemetaan komunikasi pemasaran yang tepat :)

Lain kali disambung lagi, ya. Btw, kalo di kampus aku sih, skripsi tentang customer insight belum banyak yang angkat lho dalam kaitannya dengan komunikasi pemasaran. Hmm, semoga tulisan ini bisa jadi inspirasi buat yang mau angkat tema tersebut ya :)


Salam.

You Might Also Like

6 Comments

  1. Waah bagus banget tulisan ini, kebetulan aq lg sangat tertarik dg selul beluk marketing, meski baru jualan kecil2an. Thx for sharingnya putri 😊

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thankyou Mba Tiaaaa.. Skala kecil atau besar, customer insight penting banget menurutku. Sama-sama yaa :)

      Delete
  2. Wardah dengan logo halalnya memang mencuri banyak perhatian para muslimah ya.. Belom lagi pemilihan brand ambasadornya yang kece-kece abis ya.. Makasi sharingnya yaa.. Anw, i love your blog! Clean and so pink. Hihi. Salam kenaaal :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba bener.. Pemilihan brand ambass dan spoke person yang luar biasa itu yang bedain marketing communication-nya si Wardah dengan kosmetik lain. And amazingly sukses banget.. :)

      Sama-sama, Mba. Terima kasih, aku mau visit balik yaaa :)

      Delete
  3. Waow...
    Detail kak...
    Meskipun blm mudeng banget cakep penjelasannya.
    Hihihi...
    Sayahnya awam banget..
    Serasa di mentori.
    Terima kasih kak :-)

    ReplyDelete