Perang Kreativitas: Apa yang Harus Dilakukan Saat Ide dan Eksekusi Kita Dijiplak?

10:12 AM


Baru-baru ini, saya mendapatkan sebuah kejutan manis di meja kerja saya. Ya, keseluruhan dari konten-konten yang saya buat, mulai dari konsep, isi, desain, caption, bahkan hastag social media campaign, digunakan oleh dua brand yang "belum matang". Mengapa belum matang?

Karena kedua brand ini hanya bisa "comat-comot" berbagai konten brand lainnya, dengan porsi plagiasi yang dominan pada konten yang saya buat.

Kedua akun yang melakukan plagiasi dan pencurian konten.

Saya nggak ngerti, apakah kedua brand ini saling berafiliasi atau tidak. Meski bergerak di bidang yang sama, setidaknya dua brand ini memiliki target market dan positioning yang berbeda dengan brand yang saya tangani saat ini. Kelihatannya bukan sebuah masalah besar, tapi harus segera ditangani agar berlarut-larut dan terulang kembali.

Perbedaan target market serta positioning bukan berarti masalah ini terbilang sepele. Bagi saya, ini adalah sebuah turning point bagi saya untuk lebih "bringas" dalam perang kreativitas di era digital masa kini. Setidaknya, masyarakat harus mengerti bagaimana brand value yang sedang saya komunikasikan, terutama kaitannya dengan social media campaign yang saya pupuk selama ini. Tentunya, untuk menunjukkan bahwa saat ini Avoskin (brand yang saya tangani) tidak berafiliasi dengan pihak atau brand manapun.

Menghadapi kerumitan dan kecenderungan plagiasi di era digital saat ini, lantas, sebenarnya apa, sih, yang harus kita lakukan saat:

Konten kita dicuri.
Konten kita dijiplak.
Konten kita ditiru.
Eksekusi kita di-"tambal-sulam".

Berdasarkan pemikiran saya, berikut adalah hal-hal yang harus dilakukan ketika kita menghadapi fase krisis dalam dunia Content Creator ini.

1. Refresh Your Mind. You Need More Energy!

Akun dan konten asli @avoskinbeauty.
As a content creator, namanya konsep, konten serta eksekusi yang sudah dibuat dengan susah payah penuh riset dan kreativitas tanpa batas, pasti bikin shock dan kesal ketika dicuri begitu saja. Stress? Bisa saja terjadi, karena perasaan marah bisa saja muncul di dalam hati. Ada baiknya, segera segarkan pikiran Anda untuk memancing kreativitas dan kejernihan otak Anda.

Lakukan apa yang Anda suka dalam ruang lingkup hal yang paling mudah. Cari referensi lebih banyak. Cari kesenangan lebih banyak. Cari inspirasi dimanapun Anda merasa bisa menemukannya.

Soal penindaklanjutan plagiarisme yang terjadi? Biar saja tim Anda yang mengurusnya. Khususnya apabila Anda memiliki tim PR yang bisa menelusuri, mengobservasi, menganalisis dan mengevaluasi bagaimana hubungan Anda dengan kompetitor terkait yang sedang berusaha menjadi seperti brand Anda. Ingat, Anda lebih butuh banyak energi untuk membuat konten-konten yang lebih segar, dan kembali menyerahkannya kepada ruang publik untuk menjadi inspirasi para content creator lainnya.

2. Putarlah Otak Anda, Jangan Terlalu Nyaman di Comfort Zone!


Katakanlah konten Anda telah sukses sebagai pioneer. But it doesn't always be a good things, gitu, lho. Jadi pioneer bukan berarti Anda justru terlena dan terjebak di dalam zona nyaman. Selalu tawarkan sesuatu yang baru pada konten-konten Anda, dan sadarlah bahwa kompetisi akan terus berjalan sebagaimana adanya. Persaingan kreativitas tidak akan pernah berhenti, you should do a good move!

3. Anggap Plagiarism As Your Turning Point, Beside As Your Crisis


I think it is the perfect time to move! Dan saya selalu percaya bahwa selalu ada hikmah dibalik setiap kejadian, seburuk apapun itu terjadi. Saatnya Anda menyadari bahwa ini adalah titik balik Anda untuk menyusun, merangkai, dan membuat konsep yang baru tanpa harus meninggalkan brand identity yang Anda pegang teguh.

Berikan eksekusi yang lebih berkelas, teruslah bergerak dari waktu ke waktu. Ide cemerlang Anda memang harus selalu muncul, otak Anda dituntut untuk cepat tanggap menghadapi tren yang sedang terjadi. Tapi ingatlah, bahwa apapun yang baru dari karya Anda selalu memiliki potensi untuk ditiru. 

Semakin eksklusif karya Anda, maka semakin besar pula kecenderungannya untuk dijadikan panutan. Tetaplah berpegang teguh pada ciri khas Anda, namun selalu berikan hal-hal yang baru secara berkala.

4. Pertahankan Brand Identity Anda,dan Be More Creative!
.

Percayalah, plagiarisme bisa membuat otak Anda semakin cemerlang memutuskan hal-hal yang baru. It will trigger your ideas to create a better content. Otak Anda secara otomatis akan terasah untuk berpikir lebih kreatif, bukan?

5. Sounding Your Brand Value Ever After


Yang namanya brand identity dan brand value itu penting banget. Selamanya, ia akan menjadi DNA dari brand Anda. Saat penjiplakan konten terjadi, yang harus Anda lakukan adalah bagaimana Anda bisa terus mengkomunikasikan hal tersebut melalui cara yang berbeda.

Cara yang terus diperbaharui agar konsumen tetap respect terhadap karya Anda. Cara yang membuat konsumen seakan tidak sadar bahwa ia sedang berada di dalam fase kejenuhan. Buat konsumen memiliki persepsi bahwa Anda adalah yang pertama, Anda adalah yang terbaik, dan mereka selalu aware dengan brand yang sedang Anda kelola.

6. Tiru Konsep Itu Biasa, Jiplak Eksekusi yang Keterlaluan. Apalagi Mencuri Karya!

Trademark is in your hand. Pastikan brand yang Anda kelola sudah memiliki hak cipta yang dilindungi. Kesamaan konsep bisa saja terjadi, toh untuk menghasilkan A++ kita harus berkiblat pada huruf A. Selama eksekusinya beda, semua itu boleh saja.


Lantas, bagaimana jika konsep yang sama dituangkan dalam eksekusi yang sama? Apalagi sampai mencuri karya?

Pertama, segera bertindak cepat. Hubungi si pelaku dengan penuh rasa hormat. Anda bisa mengirim email, menghubunginya melalui telepon, dan beragam cara komunikasi lainnya untuk memberikan teguran.

Kedua, jika teguran tersebut cenderung diabaikan, segera bentuk agenda pertemuan. Biarkan tim PR dan tim legal brand Anda bergerak untuk melakukan diskusi dan peneguran yang lebih intim. Lakukan secara tegas, sopan, dan elegan. Make it classy.

Ketiga, ajukan bargains. Make a good positioning for your brand as a senior. You're the pioneer! Jadi Anda adalah gurunya, Anda adalah kiblatnya, dan posisi Anda lebih tinggi dari mereka yang menjiplak Anda. Buat mereka segan dengan strategi lobi dan negosiasi yang Anda tawarkan, untuk membungkam mereka dari tindakan penjiplakan. Tidak apa-apa jika meniru dan berkiblat pada brand Anda, namun tidak untuk mencuri karya.

***

Dan sekarang, kreativitas tetap ada di tangan Anda. Kasus seperti ini pun bisa menjadi batu loncatan bagi karir Anda sebagai pencipta konten, karena tandanya karya Anda memiliki impact yang baik bagi dunia yang sedang Anda geluti. Be more creative, and remember that original is always worth more than a copy. Saatnya berkemas untuk mempersiapkan konten yang lebih bringas lagi!

You Might Also Like

0 Comments