Vermilion Taste

11:38 AM

Dari kecil suka main crayon alias corat-coret warna di kertas. Kebetulan punya crayon yang gede dengan warna yang super lengkap, dan suka sama satu warna di barisan warna ungu. Ungu bukan, tapi kebiru-biruan. Pas diliat label namanya, dia adalah Vermilion. Sejak saat itu aku selalu jatuh cinta sama warna Vermilion, yang kadang juga ditemuin waktu langit biru mau berubah jadi warna jingga..

 

Sekalian pengen nulis deh. Di postingan ini aku pengen bahas sedikit tentang harmonisnya sebuah hubungan. Eh, Mput kenapa nih? Galau? Tetumbenan nulis tentang cinta-cintaan.

Ya enggak juga sih. Pengen nulis aja. Sekalian hahaha. Berkat curhatan temen semalem. Berkat itu juga aku jadi mikir dan Alhamdulillah jadi agak wise about a relationship. 

Menurutku, kebahagiaan dalam sebuah hubungan itu bukan hanya sebatas saling percaya, saling suka, cinta, setia dan lain sebagainya sih. Bukan cuma perhatian, nanyain lagi dimana sama siapa lagi ngapain setiap jengkal aktivitasnya dan harus laporan kayak lagi sama petugas upacara. Menurutku, lebih dari itu.

Ya.. Hal-hal yang barusan aku sebut itu memang penting dalam sebuah hubungan. PENTING BANGET! Bahkan, mungkin bisa dibilang jadi dasar dalam sebuah hubungan. Tapi ya menurutku justru karena mendasar, ya hal itu nggak perlu dipermasalahin lagi, harusnya udah jadi otomatis. Apapun keadaannya, hal itu harus tetap ada.

Beda lagi urusannya sama dukungan. Ya, saling mendukung dan saling mengisi dalam sebuah hubungan.

Pernah nggak sih berpikir tentang pasangan yang keliatannya klop banget, saling mengisi, suaminya jago A, istrinya expert di B, akhirnya mereka menghasilkan C. 

Pasti akan berbanding terbalik dengan pasangan yang istrinya jago A, suaminya bisanya B, tapi mereka nggak mau saling menyesuaikan dan hasilnya nggak pernah klop.

Ya, itulah hidup berpasangan. Teman seumur hidup. Harusnya sih hidup bebarengan itu juga buat produktif, kreatif. Biar bisa tetep jadi pasangan yang inspiratif. Toh buat aku, manusia itu hidup untuk berkarya. Kalau memang butuh partner untuk diajak kerja bareng/dukung pencapaian kita, kenapa mesti pakai orang lain? Kenapa nggak pasangan kita sendiri aja?

Kalau memang dunianya benar-benar berbeda.. Minimal adalah dukungan khususnya secara moriil yang diberikan. Nggak melulu soal uang, kok. Coba deh kasih sedikit surprise atas keberhasilan-keberhasilan yang udah dicapai pasangan dengan usahanya sendiri selama ini. Kasih apresiasi, hargai dia.

Kalo di dunia nyata sih, pasangan yang menginspirasi aku itu salah satunya orang tuaku sendiri. Mamaku jago bisnis, Papaku jago desain. Akhirnya mereka klop dan saling mengisi, istilahnya enggak pasif Papa kerja cari duit dan Mama tinggal terima hasilnya sebagai Ibu Rumah Tangga. Dan mereka produktif, punya karyawan, saling mengingatkan, saling kasih masukan, dan justru disitu mungkin akan terus menumbuhkan chemistry mereka sebagai suami istri yang udah 20 tahun lebih menikah. Makin mesra, terus mesra. Tapi enggak kosong.

Ada juga pasangan favorit aku banget, Ria Miranda, desainer busana muslim Indonesia sama suaminya Mas Pandu Rosadi. Asli suka banget sama pasangan ini! Very inspiring.. Uni Ria jago desain baju, Mas Pandunya kelihatannya expert di bisnis dan marketing. Hasilnya? Betapa produktifnya mereka, saling mengisi satu sama lain tanpa cela. 

Kesimpulannya, mungkin justru dari menjadi lifetime partner kayak gitu akan menumbuhkan rasa sayang dan cinta seseorang kepada pasangannya apa adanya. Menerima segala kekurangannya karena udah pasti sama-sama mau belajar untuk saling menyesuaikan.


Mungkin segitu dulu deh, tulisan dari Vermilion Taste-nya. Lain kali disambung lagi. Nggak usah dibaca, ini cuma curahan hati gue yang enggak penting. Hahaha!

Kimono Top & Jogger Pants : IFTA Butik
Stiletto Shoes : ZALORA
Bag : Mirota Batik 

You Might Also Like

0 Comments