Teruntuk Anakku Kelak, Ini adalah Janji Ibu..

12:01 AM

Teruntuk anakku kelak,
Mungkin kamu akan tersenyum kecil membaca ini. Bayangkan saja, Ibu menuliskan janji-janji Ibu dalam kata tanpa apapun kecuali doa, atas siapa yang ditunjukkan Sang Pencipta untuk menemani Ibu di masa depan. Menumbuhkanmu di rahim Ibu, membentukmu sampai kamu lahir dan besar.

Teruntuk anakku kelak,
Saat Ibu menulis ini, jiwamu masih ada dalam dekapan Yang Maha Suci. Itulah sebabnya mengapa saat ini Ibu sibuk mensucikan diri dan hati Ibu sendiri untuk bisa menerima cinta yang bersih, dari Ayahmu, sebagai lelaki yang ditakdirkan baik oleh-Nya untuk Ibu. Ibu tentu berharap kesucian cinta yang Ibu bangun bersama Ayah, bisa menjadikanmu sebagai pribadi yang baik.

Teruntuk anakku kelak,
Usia Ibu memang masih muda. Tapi Ibu tidak henti-hentinya belajar tentangmu, tentang anak-anak. Tentangmu, tentang cintanya orang tua. Tentangmu, tentang kehidupan.
Ibu sedang berusaha mengimbangkan antara kehidupan Ibu yang sesungguhnya dengan harapan Ibu di masa depan setelah menikah nanti, bersama Ayahmu, dan setelah adanya kehadiranmu.

Teruntuk anakku kelak,
Izinkan Ibu menuliskan janji-janji Ibu. Janji Ibu kepada keturunan dan harapan Ibu. Janji Ibu kepada teman hidup Ibu setelah Ayah. Yaitu kamu.

Nak,
Ibu berjanji untuk terus merawatmu, memperhatikan tumbuh kembangmu dari waktu ke waktu. Menjadi sekolah pertama untuk sifatmu, kepribadianmu dan pola pikirmu. Menjadi pembelajar tentang kesabaran selama merawat dan membesarkanmu.

Nak,
Ibu tentu berharap untuk selalu diberikan kesehatan. Agar Ibu bisa menularkan kesehatan itu kepada kamu sebelum kamu mengenal jutaan makanan di dunia ini.

Nak,
Suatu hari nanti, kita akan bermain-main di taman. Tertawa bersama-sama dan Ibu akan setia menghiburmu. Ibu berjanji akan meluangkan waktu untuk itu, sesibuk apapun Ibu. Di taman itu, nantinya Ibu dan kamu akan bercerita, tentang cita, tentang cinta.

Nak,
Belajarlah bersama Ibu. Kita saling memberi waktu dan pelajaran untuk sama-sama kita renungkan. Semoga hal itu semakin menguatkan cinta antara Ibu dengan kamu, yang tidak akan terputus sampai kapanpun.

Nak,
Ibu berjanji untuk selalu menjadi sahabatmu. Ceritalah apapun tentang yang kamu mau, meskipun bagimu itu tidak penting. Ibu akan siap mendengarkan, tertawa, memberi solusi atas celotehan dalam kehidupan kita.

Nak,
Bersama Ayah, Ibu berjanji untuk memberikan yang terbaik untukmu tanpa membuatmu tinggi hati. Ibu akan mendidikmu untuk tetap rendah hati. Setinggi apapun kedudukanmu, ingatlah jalan pulang yang telah Ibu tunjukkan untuk selalu kembali.

Nak,
Mungkin nantinya Ibu akan seringkali lupa, lalai ataupun salah. Tapi percayalah, Ibu akan melakukan tugas dan tanggung jawab Ibu untuk merawatmu dengan sebaik-baiknya, meskipun Ibu memiliki tanggung jawab lain setelahnya.

Nak,
Sehatlah selalu. Pintakan doa setiap waktu untuk Ayah dan Ibu. Karena satu-satunya penyelamat kami, adalah doa-doa ikhlas yang terucap dari tuturmu.

Nak,
Semoga kamu hadir di saat yang tepat dan cepat setelah Ibu bersama Ayah nanti. Mengisi indahnya hari-hari Ayah dan Ibu, sebagai hadiah dari Sang Pencipta untuk janji-janji yang telah Ibu tulis malam ini.

Nak, pasti nanti muka kamu nggak jauh-jauh dari Ibu :p *susah serius*


You Might Also Like

0 Comments