Ideku Untuk PLN : Komunikasi dan Listrik Masa Depan? Berkaitan!

12:15 AM

Halo! Di postingan blog saya kali ini, saya akan bahas beberapa gagasan dan pemikiran saya untuk PT. PLN (Persero), yang sampai saat ini terus memaksimalkan langkahnya menjadi perusahaan (yang masih satu - satunya) penyedia listrik di seluruh Indonesia. Selain karena memang saya tertarik untuk mengkritisinya, gagasan saya ini juga saya masukkan di dalam sebuah kompetisi blog yang diselenggarakan oleh PLN dalam rangka menyambut Hari Listrik Nasional (HLN) yang ke -69, yang bertajuk #IDEKUUNTUKPLN.




69 Tahun? Sama dong umurnya kayak Indonesia? Ya, kita semua tentu tau kalau listrik juga punya sejarah panjang. PT. PLN (Persero) adalah salah satu pelaku sejarahnya. Mungkin, pelaku sejarah yang utama. Sejak awal kemunculan listrik hingga berkembang sangat baik pada saat ini, PT. PLN (Persero) tentu telah memiliki banyak sekali program, baik yang berhubungan dengan teknis listrik, hingga yang berhubungan langsung dengan masyarakat.

Kenapa dengan masyarakat? Of course, kita semua tau bahwa saat ini listrik sudah jadi kebutuhan masyarakat. Bahkan menjadi kebutuhan yang utama. Semakin berkembangnya teknologi, dunia kelistrikan tentu juga semakin menjadi kebutuhan yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Coba deh, sekarang apa coba yang nggak butuh listrik? Dan siapa yang mau hidup tanpa listrik? Nggak ada. *berpikir keras*

Satu yang perlu diingat, terciptanya listrik mulai dari yang berupa saluran hingga sampai ke rumah - rumah warga, perkantoran, pabrik, sekolah, industri, dan apapun di seluruh Indonesia yang membutuhkan listrik, itu nggak terjadi secara instan. Semua butuh proses panjang, yang melibatkan banyak sekali elemen untuk mengubah energi fosil (batu bara) menjadi energi listrik, hingga akhirnya bisa disalurkan ke rumah - rumah dan tempat manapun sesuai dengan kebutuhan listriknya masing - masing.

Buat saya yang nggak begitu mengerti tentang dunia teknis kelistrikan, saya tetap salut dengan kinerja PT. PLN (Persero) yang terus berusaha untuk menstabilkan kondisi kelistrikan di Indonesia, dari Sabang sampai Merauke agar tidak terjadi krisis listrik. PT. PLN (Persero) bersama pemerintah dan beberapa pihak terkait tentu terus melakukan usaha agar listrik bisa merata, kebutuhan listrik di seluruh Indonesia dapat terpenuhi dengan baik, sehingga masyarakat Indonesia semakin maju, makmur dan sejahtera. Hmm.. Sesuai sama jargon PLN ya, "Listrik Untuk Kehidupan yang Lebih Baik". Absolutely!

Tapi, ada yang harus kita ingat. Bahan dasar listrik yang berasal dari energi fosil seperti batu bara, adalah energi yang bisa habis. Yup, akan habis pada masanya nanti. Untuk itu, PT. PLN (Persero) terus berupaya untuk mencari sumber energi lainnya yang terbarukan, seperti air, angin dan uap, yang keberadaannya bisa ditemukan di PLTU serta PLTA. Eits, bahkan sekarang juga dicanangkan PLTSa loh, pembangkit listrik tenaga sampah! Apa nggak keren, tuh?

Sebagai pengguna listrik, menurut saya pribadi sih.. Saya sudah merasa puas dengan kinerja PLN dalam melayani customer -nya. Sejauh ini Alhamdulillah saya belum pernah mengalami adanya ketidaktelitian pada pembayaran (yang dulu dilakukan secara manual, sekarang bisa melalui ATM), komplain secara terus- menerus karena adanya gangguan listrik, bahkan krisis listrik (yang ini jangan sampe, nggak bisa bayangin apa jadinya hidup tanpa listrik. Seganteng - gantengnya jodoh kalo ga ada listrik emang bahagia? Hehe). So far, apa yang saya nikmati, sebanding dengan apa yang saya bayarkan.

Tapi, sesuai dengan pandangan saya sebagai mahasiswi yang berkecimpung di dunia Ilmu Komunikasi, saya memiliki beberapa gagasan yang sekiranya dapat menjadi masukan untuk PT. PLN (Persero). Saya sangat yakin, bahwa proses komunikasi antara PLN dengan masyarakat seluruh Indonesia dimanapun mereka berada juga berpengaruh besar terhadap kondisi kelistrikan di masa mendatang, lho!

Iya, jadi nggak hanya masalah teknis dan pembaharuan energi saja yang dipikirkan. Tapi kedua hal itu juga harus didukung dengan proses komunikasi yang baik untuk menjembatani antara PLN dengan masyarakat yang juga merupakan pengguna listrik. Hmm.. Kira - kira apa aja ya? Mari simak sama - sama, saya akan menjabarkannya.

1.  Kuatkan Branding  Listrik Pintar
Oh ya, seperti yang kita ketahui, PLN sudah mencanangkan program listrik prabayar yang disebut dengan Listrik Pintar. Kenapa Listrik Pintar? Ya karena metode pembayaran listrik dengan cara prabayar setidaknya bisa membuat si pengguna menjadi bijak dalam menggunakan listrik. Alih - alih takut 'pulsa' listriknya menjadi habis, maka si pengguna akan lebih bijak menggunakan listrik seperlunya saja.

Logo Listrik Pintar, Solusi Isi Ulang dari PLN


Nah, tapi sayangnya, nggak cukup banyak yang tau dan tertarik akan penggunaan Listrik Pintar ini. Bagi sebagian orang yang -cukup- menikmati listrik dengan tanpa masalah, mungkin nggak begitu pengen tau atau bahkan nggak mau tau tentang Listrik Pintar. Paling tidak, kan, informasi mengenai Listrik Pintar ini harus tetap digencarkan.

Agaknya, Listrik Pintar ini juga harus terus menerus dikampanyekan lagi, baik melalui media massa, special event, atau melalui media baru yang berkembang pesat saat ini; media sosial. Ketiga opsi tersebut memang merupakan pilihan yang sangat tepat untuk mengkampanyekan suatu kebijakan baru bagi perusahaan. PT. PLN (Persero) bisa memaksimalkan langkahnya untuk mem-branding  Listrik Pintar melalui ketiga opsi tersebut. Media massa contohnya, bisa mengkampanyekan program Listrik Pintar melalui iklan di televisi, radio, hingga surat kabar. Begitu juga media sosial, PLN bisa memanfaatkan Facebook, Twitter, Website, dan lain - lain dengan menampilkan gambar kampanye Listrik Pintar. Atau melalui special event, seperti menyelipkan materi mengenai Listrik Pintar di sebuah acara yang PLN terlibat di dalamnya, atau memang sengaja membuat event khusus yang ditujukan untuk mengkampanyekan program Listrik Pintar dan segmentasi dari event tersebut adalah masyarakat luas.

Hal - hal yang perlu disampaikan dalam kampanye Listrik Pintar, antara lain adalah prosedur penggunaan Listrik Pintar, cara mengisi ulang dan memakai voucher Listrik, keuntungan dan kelebihan menggunakan Listrik Pintar, dan informasi - informasi lainnya. Seluruh materi tersebut dapat dirangkum menjadi satu kesatuan yang utuh dalam bentuk yang menarik serta persuasif, sehingga masyarakat dapat dengan mudah mencerna pesan yang disampaikan, dan anggapan positif mengenai Listrik Pintar pun dapat tertanam dengan mudah di benak masyarakat.

So far, sih, yang saya lihat, Listrik Pintar di-branding dengan menampilkan logo Listrik Pintar di kendaraan - kendaraan PLN, kotak trafo PLN, dan lain sebagainya. Belum ada iklan - iklan yang ditujukan untuk lebih menanamkan positifnya Listrik Pintar kepada masyarakat secara luas. Padahal, jika iklan tersebut dilakukan, teori jarum hipodermik bisa terjadi, lho. Masyarakat akan terbius dengan informasi mengenai Listrik Pintar, tertanam di benaknya, dan memiliki persepsi ataupun pemikiran untuk menggunakan Listrik Pintar. Berguna, kan?

2.  Kampanye Hemat Energi dan Bayar Listrik Tepat Waktu
Seperti yang kita ketahui, kalau bahan dasar listrik itu berasal dari batu bara, salah satu energi fosil yang sumbernya tidak dapat diperbaharui. Iya, tidak dapat! Jadi, akan tiba saatnya nanti, batu bara akan habis Dan listrik? Akan diproduksi dari sumber energi lainnya. Sejauh ini sih, PLN terus mengembangkan usaha dan jaringannya untuk membangun pembangkit listrik dari berbagai tenaga, ya. Dan usahanya tetap harus patut kita acungi jempol, dong. Kebayang tanpa usaha dari mereka, jadi apa negara ini? Gelap gulita.

Di samping mencari solusi menggantikan batu bara dengan sumber energi lainnya yang bisa diubah menjadi energi listrik, PT. PLN (Persero) juga tidak boleh melupakan hubungannya dengan masyarakat dalam mempersuasi agar masyarakat bijak dalam menggunakan listrik. Iya sih, listrik akan sepenuhnya menjadi hak masyarakat yang sudah membayarnya sesuai dengan tarif dan pajak yang diberlakukan. Tetapi, PT. PLN (Persero) juga memiliki kewajiban untuk mengingatkan masyarakat agar berhemat dalam menggunakan energi listrik. Caranya, bisa dilakukan seperti cara  branding Listrik Pintar yang udah dijelaskan di atas tadi, atau melalui poster - poster / billboard yang ditampilkan di area umum ataupun sosial media sekalipun.

Paling tidak, usaha mengkampanyekan penghematan energi, bisa menyimpan ratusan bahkan ribuan KwH setiap harinya, yang bisa berguna untuk anak cucu kita nanti. Ups, diingatkan. Bukan melarang menggunakan listrik, tapi menggunakan listrik seperlunya, sesuai dengan kebutuhannya masing - masing, demi anak cucu kita bersama! :)

Selain itu, dari kampanye - kampanye yang dibuat itu juga bisa diselipkan materi bayar listrik tepat pada waktunya, lho! Kenapa? Ya karena menurut saya, sampai saat ini masih cukup banyak orang - orang yang menyepelekan ketepatan waktu dalam pembayaran listrik setiap bulannya. Giliran udah mau dicopot aja, baru deh pada bayar. Kadang kan ada yang suka kayak gitu yaa... Hihi. Nah, untuk menstabilkan pemasukan serta mencegah kerugian yang dialami PLN, kampanye membayar listrik tepat pada waktunya juga merupakan salah satu cara yang cukup baik untuk merangkul masyarakat peduli terhadap kondisi kelistrikan di Indonesia.

Oh ya, sekedar saran sih. Sepertinya keren jika PLN memberikan reward untuk para pelanggannya yang membayar tepat waktu. Kalau program dari saya sih, gini.

"Pelanggan PLN yang membayarkan tagihan listrik bulanannya pada hari jatuh tempo hingga 12 jam setelahnya, mendapatkan bonus pemakaian listrik sebesar xxxxx KwH pada bulan berikutnya." (untuk pelanggan pasca bayar)

"Pelanggan PLN yang membeli pulsa listrik sebesar xxxxx KwH, mendapatkan bonus sebesar xxxx KwH pada pengisian selanjutnya." (untuk pelanggan prabayar)

Kalau semuanya berburu bonus, otomatis semua pada bayar tepat waktu, kan? Bonus sih nggak usah terlalu banyak dan wah, asal ada dan jumlahnya lumayan, pelanggan pasti antusias.

3.  Listrik Itu Murah!
Kata siapa listrik itu mahal? Karena naik terus? Kemudian demo? Kemudian media menyalahkan PLN karena harganya semakin tinggi? Ah, enggak kok!

Dengan rata - rata harga tarif listrik Rp 1.279 / KwH (untuk golongan rumah tangga), itu udah murah banget, lho! Saking murahnya, mungkin sebagian besar orang jadi terbiasa menyia-nyiakan pemakaian listrik yang sebenernya nggak berguna :(

Biasanya, dalam penggunaan barang - barang elektronik, hitungannya per-watt. Apabila satu lemari es atau kulkas dalam waktu per- sepuluh jam menghabiskan daya 100 watt (1 KwH), maka selama 10 jam tersebut, kulkas itu hanya menghabiskan uang anda sebanyak Rp. 1.279. Murah? Mahalan makan dan transpor kita sehari - hari ya...

Pesan bahwa listrik adalah suatu hal yang penting, subsidi dari pemerintah, dan wajib 'dihargai' keberadaannya dengan penghematan dan pembayaran tepat waktu, dapat disampaikan melalui kampanye bahwa listrik itu murah. Bukan mengartikan bahwa listrik itu murahan, it's a BIG NOOOO! Tapi menjelaskan bahwa listrik yangg murah ini harus dijaga dengan sebaik - baiknya, sebelum harga menjadi mahal, bahan dasar listrik semakin langka, dan akhirnya tarif listrik melonjak naik melambung jauh terbang tinggi bersama mimpi... *lah lagunya Anggun.

4.  Sosialisasi Hemat Energi ke Sekolah - Sekolah
Menindaklanjuti gerakan nomor 2 (bukan Jokowi, sumpah bukan), bahwa siapapun wajib fardu'ain hukumnya untuk menghemat listrik, nampaknya sosialisasi ke anak - anak usia dini juga diperlukan. Kenapa? Yup, kita semua pasti tau, kebiasaan baik harus diterapkan mulai dari sedini mungkin. Jadi, PLN selaku penanggung jawab kelistrikan Indonesia (halah) setidaknya juga punya program untuk mengedukasi masyarakat tentang penghematan listrik, khususnya anak- anak.

Acara sosialisasi ini bisa dilakukan dengan mengadakan special event untuk anak - anak seperti lomba mewarnai, lomba menggambar, hingga lomba karya inovasi tentang dunia elektronika. Dalam acara tersebut, anak - anak sekaligus diberikan penyuluhan mengenai penghematan listrik. Atau, dengan cara yang lebih sederhana, yaitu mendatangi sekolah - sekolah dasar yang ada di kota - kota besar maupun kota kecil di Indonesia untuk mensosialisasikan upaya penghematan energi.

Materi bisa disampaikan secara sederhana namun detail. Berikan contoh - contoh sederhana bagaimana dan apa yang harus dilakukan untuk menghemat listrik. Materi seperti ini bisa disampaikan melalui buku yang menarik ataupun video.

Jika anak - anak dapat mencerna pesan yang disampaikan dengan sempurna, implikasinya : 1) Penerapan hemat listrik dalam kehidupan sehari - hari, dan anak bisa mempengaruhi orang - orang di sekitarnya untuk turut serta menggunakan listrik seperlunya. 2) Anak - anak terdorong untuk berpikir kritis mengenai masalah kelistrikan Indonesia di masa depan, sehingga mereka tergerak untuk berinovasi dalam dunia teknologi dan elektronika.

5.  Inovasi Layanan yang Memanjakan Pelanggan; Pengingat Tagihan Online!
Sekarang memang sudah memasuki era internet. Apapun, bisa kita dapatkan disana. Nah, saran saya untuk PLN, adalah mengembangkan internet menjadi salah satu alat yang bisa memanjakan para pelanggannya, sehingga pelanggan semakin puas dengan pelayanan PLN.

Salah satu caranya adalah inovasi layanan pelanggan secara online.

Layanan pelanggan online ini sih, yang terpenting ditujukan untuk memudahkan masyarakat mengetahui berapa besar tagihan listriknya selama satu bulan terakhir. Program ini sudah berjalan, bisa ditemui di website PT. PLN (Persero) atau tersedia aplikasinya untuk Android ataupun iOS yang bisa di download di sini.

Tampilan Cek Tagihan Online di Website PT. PLN (Persero)


Dalam layanan tersebut juga disediakan fitur penyambungan baru, penambahan daya ataupun penyambungan sementara, lho. Lengkap, dan semua bisa dilakukan secara online.

Untuk mendukung kampanye program Listrik Pintar, PT. PLN (Persero) tentunya juga harus menambahkan fitur cek online bagi pelanggan listrik prabayar ini. Fitur yang ditambahkan bisa berupa pengecekan berapa besar daya yang tersisa, serta presentase dari isi pulsa listrik yang tersisa.

Guna menindaklanjuti fasilitas online yang sangat memudahkan pelanggan PLN ini, sebaiknya ditambahkan opsi  log in dengan e-mail (ini opsional, bukan setiap pengecekan harus memasukkan email), Fungsi email yang dimasukkan ke dalam database PLN tersebut ialah, jika tiba saatnya jatuh tempo pembayaran tagihan listrik, PLN secara otomatis akan mengirimkan pesan sebagai pengingat untuk pembayaran tagihan listrik, beserta dengan sedikit informasi - informasi  penting lainnya. Begitu juga dengan pelanggan listrik prabayar, jika kuota atau pulsa listrik sudah dibawah 20% atau mau habis, pengingat bisa dikirimkan melalui e-mail yang terdaftar.

Bila e-mail dirasa kurang efektif, opsi bisa ditambahkan dengan mendaftarkan nomor handphone. Bila pada alamat e-mail pesan akan dikirimkan secara online pada e-mail yang didaftarkan, maka apabila pelanggan mendaftarkan melalui nomor handphone-nya, pelanggan akan menerima pesan singkat yang berupa pengingat pembayaran tagihan listrik atau pembelian pulsa isi ulang (bagi pelanggan prabayar) dari PLN.

6.  Mengadakan Pemberitahuan Apabila Terjadi Pemadaman Listrik
Pemadaman listrik tentu menjadi persoalan yang rumit, karena sebagian besar komplain terkait akan hal ini. Bayangin, gimana menghujatnya sebagian orang ke PLN jika listrik di rumah mereka padam dan mereka ngggak bisa ngapa - ngapain. Padahal, PLN tentu selalu punya alasan kenapa ia melakukan pemadaman. Tentunya, pemadaman tersebut dilakukan untuk kebaikan bersama, lho.

Tapi namanya masyarakat secara umum, heterogen, massa, kita nggak bisa ngontrol. Untuk mengantisipasi hal ini, ada baiknya setiap akan mengadakan pemadaman listrik baik secara regional kecil ataupun besar - besaran (dalam waktu yang lama dan jangkauan daerah yang luas), PT. PLN (Persero) memberikan informasi kepada masyarakat bahwa akan dilakukan pemadaman listrik. Paling tidak, hal ini dapat sedikit mengurangi kekecewaan masyarakat terhadap PLN.

Kantor - kantor cabang daerah, unit dan regional harus aktif berkomunikasi dengan masyarakat apabila akan dilakukan pemadaman listrik. Pemberitahuan dapat dilakukan dengan mempublikasikan alasan, permintaan maaf serta waktu lamanya pemadaman melalui suatu media. Menurut saya, langkah publikasi pemberitahuan yang paling efektif adalah melalui sosial media. Ya, karena saat ini hampir semua orang mengendalikan informasinya melalui sosial media tersebut.

Paling tidak, dengan adanya penyampaian permintaan maaf, waktu dan berapa lamanya pemadaman serta alasan mengapa listrik dipadamkan, bisa sedikit dimengerti oleh masyarakat. Hujatan terhadap PLN pun dapat dikurangi, dan masyarakat (setidaknya) bisa menyiapkan apa yang diperlukannya ketika mereka berada di dalam situasi listrik padam sementara.

Selain melalui media sosial, pemberitahuan juga bisa melalui pemerintah daerah atau tingkat tertentu, yang nantinya bisa disampaikan ke RT / RW yang wilayahnya akan dipadamkan listriknya sementara.

7.  Pemerataan Kebutuhan Listrik di Daerah Terpencil
Kenapa ini ditaruh di bagian (agak-agak) akhir? Ya karena ini udah menjadi PR banget nih, buat PLN. Sampai sekarang, masih ada, lho, beberapa daerah yang masih belum terjangkau listrik. Untuk itu, PLN harus berusaha untuk membangun jaringan listrik khusus atau pembangkit listrik khusus yang bisa menjangkau daerah tersebut. PLN bisa, lho, mengembangkan pembangkit listrik yang sekiranya potensial di daerah tersebut. Pembangkit listrik air, adalah salah satunya, yang bisa diawali dengan pembuatan waduk.

Eh tapi, ada juga, daerah terpencil yang memang nggak mau berlangganan dengan listrik dari PLN. Hmm.. kira - kira kenapa, ya?

Untuk menghadapi hal ini, saran saya untuk PLN sih, tetap memberikan edukasi kepada warga daerah tersebut mengenai pembangkitan listrik. Edukasi tersebut setidaknya dapat menjadi masukan bagi warga daerah untuk mandiri dalam mensejahterakan warganya dengan listrik.

8.  Sosialisasi Bahaya Korsleting Listrik
Kalau pas musim kemarau itu, sering banget terjadi kebakaran. Terlebih lagi, di kawasan pemukiman padat. Rata-rata, penyebab kebakaran itu adalah korsleting arus listrik. Nope. Ini bukan salahnya PLN udah pasti. Tapi ini juga menjadi PR untuk PLN dalam membenahi hubungannya dengan masyarakat.

Jadi, mau sampai kapan kebakaran karena korsleting listrik terus terjadi? Untuk itu, saran saya, PLN wajib mengedukasi dan mensosialisasikan mengenai bahaya dari korsleting listrik, lengkap dengan sebab - sebab dan faktor mengapa korsleting listrik bisa terjadi.

Sosialisasi bisa dilakukan di pemukiman padat penduduk, perumahan, special events, dan lain sebagainya. Fyi, korsleting listrik itu paling sering terjadi karena daya listrik di suatu bangunan nggak kuat menampung seluruh alat elektronik yang sedang digunakan. Kalau udah gitu, terjadilah korsleting. Kadang memang nggak kenapa - kenapa, tapi kalo udah parah, bisa fatal akibatnya.

Sosialisasi tentang korsleting listrik ini setidaknya bisa mengajak masyarakat untuk tidak bermain - main dengan listrik, apalagi sampai mengutak-atik dan mencuri daya. Itu bahaya, lho... Jika daya di suatu rumah tidak lagi cukup menampung seluruh alat elektronik yang dipakai, sebaiknya daya di rumah tersebut ditambah saja. Itu akan lebih baik daripada korsleting listrik terus terjadi.

Itu dia, delapan ide dari saya untuk PLN. Berharap semoga semuanya bisa diterima dengan baik. Harapannya sih.. PLN maju, bisa menyediakan listrik dengan baik, pendapatannya stabil dan sesuai... Terus.. Masyarakatnya juga bisa menikmati listrik yang benar - benar sesuai dengan hak dan kebutuhannya.. Jadi nantinya, siklus ini akan menjadi hubungan yang saling menguntungkan.

Apapun itu.. Komunikasi akan terus 'mbuntutin' proses usaha PLN dalam mengimbangi kebutuhan listrik Indonesia. Jadi, udah terbukti, kan, kalo komunikasi dan ketersediaan listrik di masa depan itu berkaitan? Hihi..



Yuk, hemat listrik. Segera matikan yang tidak digunakan. Semoga energi listrik terus ada dan selalu ada, diiringi dengan inovasi energi baru yang bisa dirubah menjadi energi listrik. Semoga anak cucu kita bahagia, bukan hanya dengan listrik yang disebut 'sisa', tetapi listrik yang disebut 'inovasi anak bangsa'!


Jakarta, 14 Oktober 2014
Jadilah pelopor hemat energi untuk orang - orang di sekitarmu :)

You Might Also Like

2 Comments

  1. artikel komunikasi listrik masa depan sangat menginspirasi.

    ini artikel untuk lomba blogdetik PLN itu ya?

    Brillie

    ReplyDelete