Rindu.

12:02 PM

Foto : Pribadi
Rindu itu sudah mengakar, menggaruk tanah
Rindu itu sudah menjadi cabang-cabang panjang yang kemudian akan hilang diterjang bumi.
Rindu? Iya aku rasakan itu.
Akar-akarnya menjalar sampai ke hati.
Lantas harus bagaimana lagi?
Kubiarkan rindu ini mengaduh atau kulampiaskan kejenuhan ini ke benih yang lain?
Bukan itu, Rindu.
Kubiarkan kamu berlanjut. Menyambung perih, menyambung luka, menyambung cinta.
Kubiarkan kamu terus menerjang hembusan dinginnya malam yang kian kuat menopang. Rindu,
Kubiarkan kamu mengakar, menjalar, menebar semua rasa yang memang harus tersampaikan
Pada pijak bumi dan peluh-peluh tanah yang kian memerah
Rindu, tetaplah kamu disitu. Jangan kemana-mana
Jangan terbawa angin,
apalagi hilang setitik demi setitik karena hanyut bersama air hujan
Bertahanlah disitu, bergantunglah pada doa, tunggu Tuhan menepukkan tangannya
Sebagai tanda kamu sudah berbuah
Berbuah menjadi cinta yang nyata
Saat aku dan dia, menjadi satu.
-- 
Yogyakarta, dengan peluh tanah yang masih memerah. 
 22.02  
Untuk kamu, titik rinduku, di Jakarta sana.

You Might Also Like

0 Comments